Telinga Menjadi Saksi, Seberapa Sakitnya Mulut Manusia, Disaat Kita Tidak Punya Apa-apa

Notification

×

Iklan

Iklan

Telinga Menjadi Saksi, Seberapa Sakitnya Mulut Manusia, Disaat Kita Tidak Punya Apa-apa

Jumat, 10 April 2026 | Jumat, April 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-10T14:26:23Z


Senator, Jakarta - TangtaraNews |
Ada fase di mana seseorang benar-benar tahu bagaimana rasanya tidak punya apa-apa. Bukan hanya soal uang, tapi juga posisi, pengaruh, atau hal-hal yang biasanya membuat orang lain menghargai. Di situ, telinga mulai mendengar hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terdengar. Ucapan yang meremehkan, sindiran halus, atau kata-kata yang terasa tajam tanpa perlu diucapkan dengan keras.


Anehya, yang berubah bukan hanya keadaan, tapi juga cara orang berbicara. Saat semuanya baik, banyak yang ramah dan mendukung. Tapi ketika keadaan berbalik, sebagian dari mereka justru menunjukkan sisi lain. Dari situ, seseorang mulai paham bahwa tidak semua sikap itu tulus, ada yang hanya muncul karena kondisi sedang menguntungkan.


Mungkin pengalaman seperti itu memang tidak menyenangkan, tapi ada hal yang bisa dipelajari. Bukan hanya tentang siapa yang benar-benar peduli, tapi juga tentang bagaimana menjaga diri agar tidak melakukan hal yang sama ke orang lain. Karena ketika pernah merasakan tajamnya ucapan orang di masa sulit, seharusnya seseorang lebih paham bagaimana berhati-hati dengan lisannya, terutama saat orang lain sedang berada di posisi yang sama_✍🏻❗.*_(B_R)_*


 Jakarta, Jum'at 10 April 2026.

×
Berita Terbaru Update