![]() |
| Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra saat memberi keterangan kepada media di Jakarta, Kamis (2/10/2025). Foto: ANTARA/HO-Humas Polres Metro Jakpus |
JAKARTA – TangtaraNews | Seorang pelajar menjadi korban penyiraman air keras di Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kasus penyiraman air keras yang dilakukan sesama
pelajar ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP
Roby Heri Saputra mengatakan penyidik telah mengamankan serta
menganalisis video yang viral terkait insiden tersebut.
"Kami sudah menangani kemudian melakukan
penyelidikan, termasuk menganalisis video yang ada di media sosial,"
ujar Roby saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, (8/2/2026)
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah
mengantongi identitas pelaku serta kendaraan yang digunakan pelaku saat
melancarkan aksi kriminalnya.
"Kami juga sudah mengetahui identitas,
tetapi ini kemungkinan, dari pelaku, kendaraannya atau pelakunya
sendiri," tutur Roby.
Polisi mengonfirmasi ke salah satu korban yang
mengalami cedera pada bagian mata akibat siraman air keras tersebut. Karena itu
polisi belum dapat mengambil keterangan dari korban.
Untuk korban ada luka dan cedera di bagian mata
yang sempat ditangani di rumah sakit, tetapi saat ini sudah kembali ke rumah.
"Namun, mengingat keadaan korban masih belum
siap dilakukan pemeriksaan oleh Kepolisian," katanya.
Menyusul pelaku dan korban masih di bawah umur,
kasus itu kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres
Metro Jakarta Pusat.
Dalam video yang viral di media sosial
(medsos), ketiga pelaku mengendarai satu sepeda motor seusai menyiapkan air
keras untuk menyiram korban.
Sementara itu, korban bersama dua orang
temannya juga melaju dari arah berlawanan menggunakan satu sepeda motor. Saat
sepeda motor korban mendekat, sepeda motor pelaku memotong jalur korban, lalu
pelaku menyiram air keras ke arah korban.
Seusai melancarkan aksinya, para pelaku kabur
dari lokasi. Sepeda korban pun terus melaju menjauh dari lokasi. Dalam video,
korban terlihat memegang matanya akibat kesakitan.
(TN/antara/jpnn)
