
Presiden Prabowo (Foto Tangkap Layar Youtube)
Jakarta - TangtaraNews | Presiden Prabowo Subianto memanggil
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hingga Direktur Utama (Dirut) BPJS
Prihati Pujowaskito untuk mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana
Kepresidenan, Jakarta, hari ini. Prabowo memerintahkan peningkatan layanan BPJS
terhadap masyarakat.
Ratas digelar di Istana,
Jakarta, Senin (28/9/2026). Dalam rapat, hadir juga Menko Perekonomian
Airlangga Hartarto, Mendagri Tito Karnavian, hingga Mensos Saifullah Yusuf.
"Minggu lalu ya Pak Menkeu ya? Atau dua
minggu yang lalu, (presiden) sudah menyetujui pencairan dana Rp 10 triliun plus
Rp 10 triliun, jadi totalnya Rp 20 triliun tahun ini ke BPJS," kata Menkes
Budi usai ratas.
Budi membeberkan arahan Prabowo agar antrean
panjang BPJS diatasi dan tidak ada lagi pembedaan layanan antara pasien umum
dan pasien BPJS oleh pihak RS. Kemenkes, sebutnya, diminta memastikan polemik
itu tidak lagi terjadi.
"Nah, harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong
dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan, ya. Antreannya bisa lebih
pendek lagi. Kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan
baik. Kemudian, dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada
itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,"
ujarnya.
Sementara itu, Dirut BPJS Prihati mengungkapkan
ada selisih antara iuran BPJS yang diterima dan manfaat yang diberikan kepada
pasien. Dia pun mengapresiasi langkah presiden yang telah memberikan injeksi
dana kepada BPJS sebesar Rp 20 triliun yang disebut akan cair sebelum akhir
tahun.
"Saya tambahkan bahwa memang sampai bulan ini
kita bisa mengumpulkan iuran sebesar Rp 118 T. Sementara manfaat yang kita
bayarkan sampai saat ini Rp 132 T. Jadi ini ada cash flow gap untuk kita tetap
bisa membayar pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh teman-teman di
fasilitas kesehatan," kata Prihati.
"Jadi, kami berterima kasih kepada Bapak
Presiden, pemerintah, Pak Menteri, telah diberikan suntikan dana sebesar Rp 20
T, yang Rp 10 T akan cair bulan ini dan Rp 10 T akan cair bulan November lah,
sebelum akhir tahun," pungkasnya.
Red./detiknews